MAGELANG, – Wali Kota Magelang Ir
Sigit Widyonindito tidak berkomentar banyak soal pernyataan Gubernur
Jateng Bibit Waluyo yang menganggap kesenian Jaran Kepang adalah
kesenian terjelek sedunia. Ia hanya menegaskan, sangat bangga dengan
kesenian tradisional di Kota Sejuta Bunga.
"Saya juga tidak
tersinggung dikatakan sebagai wali kota yang memalukan karena
menampilkan kesenian itu dalam acara resmi bertaraf nasional itu.
Justru, saya bangga dengan kesenian tradisional," ujarnya saat
menghadiri peringatan HUT Pepabri Kota Magelang, Rabu (12/9).
Di
depan para Purnawirawan ABRI, ia mengatakan, kesenian Jaran Kepang,
Jathilan, atau Kuda Lumping bernilai sejarah tinggi. Begitu juga
menyimpan filosofi yang dalam karena mengingatkan kita pada perjuangan
para pahlawan pendahulu dalam merebut kemerdekaan RI.
"Jangan
sepelekan kesenian ini karena memiliki filosofi tinggi dan patut
dilestarikan. Tidak hanya Jaran Kepang, kesenian tradisional lain
seperti Topeng Ireng, Kuntulan, Tari Gambyong juga perlu dilestarikan.
Siapa lagi kalau bukan kita yang menjalaninya sekarang," katanya.
Menurutnya,
kesenian ini perlu dilestarikan terutama oleh anak-anak muda. Dari pada
terjerumus dalam pergaulan bebas dan menyentuh narkoba, lebih baik
anak-anak muda turut dalam melestarikan kesenian kebanggan bangsa itu.
"Kami
pemerintah juga senantiasa membina sanggar-sanggar kesenian yang ada.
Kalau memang ada yang merasa kurang diperhatikan, akan kami evaluasi.
Namun, pada intinya kami bangga dan akan terus membina sehingga kesenian
tradisional tetap terjaga," tegasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar