Sabtu, 02 Februari 2013

Wali Kota Magelang Dorong Pelestarian Jathilan

MAGELANG, – Wali Kota Magelang Ir Sigit Widyonindito tidak berkomentar banyak soal pernyataan Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang menganggap kesenian Jaran Kepang adalah kesenian terjelek sedunia. Ia hanya menegaskan, sangat bangga dengan kesenian tradisional di Kota Sejuta Bunga.

"Saya juga tidak tersinggung dikatakan sebagai wali kota yang memalukan karena menampilkan kesenian itu dalam acara resmi bertaraf nasional itu. Justru, saya bangga dengan kesenian tradisional," ujarnya saat menghadiri peringatan HUT Pepabri Kota Magelang, Rabu (12/9).
Di depan para Purnawirawan ABRI, ia mengatakan, kesenian Jaran Kepang, Jathilan, atau Kuda Lumping bernilai sejarah tinggi. Begitu juga menyimpan filosofi yang dalam karena mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan pendahulu dalam merebut kemerdekaan RI.
"Jangan sepelekan kesenian ini karena memiliki filosofi tinggi dan patut dilestarikan. Tidak hanya Jaran Kepang, kesenian tradisional lain seperti Topeng Ireng, Kuntulan, Tari Gambyong juga perlu dilestarikan. Siapa lagi kalau bukan kita yang menjalaninya sekarang," katanya.
Menurutnya, kesenian ini perlu dilestarikan terutama oleh anak-anak muda. Dari pada terjerumus dalam pergaulan bebas dan menyentuh narkoba, lebih baik anak-anak muda turut dalam melestarikan kesenian kebanggan bangsa itu.
"Kami pemerintah juga senantiasa membina sanggar-sanggar kesenian yang ada. Kalau memang ada yang merasa kurang diperhatikan, akan kami evaluasi. Namun, pada intinya kami bangga dan akan terus membina sehingga kesenian tradisional tetap terjaga," tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar