Magelang- Jika Gubernur Bibit Waluyo sempat
mendapatkan kecaman akibat menghina dan melecehkan kesenian khas
Magelang yakni Jathilan dan Kuda Lumping, tidak demikian dengan Wakil
Gubernur Rustriningsih. Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih sengaja
menonton pementaskan 18 grup kesenian Jathilan dan Kuda Lumping secara
bersamaan dan kolosal di Alun-alun Kota Magelang.
Ke 18 grup kesenian Jathilan dan kelompok seni yang akan tampil
secara bersamaan itu diantaranya dari; Sanggar Kridho Turonggo Seto,
Cahyo Turonggo, Wahyu Satrio Mudo, Rekso Budoyo, Turonggo Cahyo Mudho
Budoyo, Kartika Harapan, Tresno Budoyo, Turonggo Saputro, Sekar Budi
Utomo.
Kemudian grup kesenian Kridho Mudho, Turonggo Sukorini, Turonggo
Putra Rama, Cahyo Turonggo Putro, Kriho Turonggo, Kridho Mudho Budoyo,
Cipto Manunggal, Theater Fajar UMM dan DKKM.
Dari pantauan kabar17.com,
Rustriningsih tiba di Rumah Dinas Walikota Magelang Sigit Widyonindito
Jl. Embong Cempaka Kota Magelang sekitar pukul 14.30 WIB. Disambut
Walikota Sigit Widyonindito dan Wakil Walikota Joko Prasetyo yang
merupakan pimpinan Kota Magelang yang diusung PDI Perjuangan.
Usai melakukan pertemuan selama kurang lebih 30 menit, Rustriningsih bersama rombongan meluncur ke alun-alun Kota Magelang.
Awalnya aksi pentas seni Jathilan dan grup kesenian secara kolosal
ini akan dilakukan untuk mendemo pernyataan Gubernur Jateng Bibit
Waluyo. Namun, karena ijin yang diajukan ke Polres Kota Magelang tidak
disetujui maka hanya melakukan aksi pentas kolosal yang dihadiri oleh
Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih.
“Awalnya kita mau melakukan aksi demonstrasi dengan belasan grup


Tidak ada komentar:
Posting Komentar