Ndolalak adalah Seni Tari khas dari
Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Menurut cerita para orang tua, ini
kesenian peninggalan dari jaman belanda. (Wa’allahu a’lam juga
kebenarannya). Jaman dahulu para penarinya adalah para Laki – laki.
Seiring perubahan jaman berubah juga penarinya jadi para wanita yang
cantik cantik.Jaman saya kecil masih ada beberapa penari ndolalak laki
laki. Saat saya kelas satu SD Penarinya dah perempuan semua.

Setelahmenari bersama sama, akan
diselingi dengan menari 2 orang 2 orang. Nah biasanya saat dua orang ini
menari salah satunya akan kesurupan (mendem). Disaat kesurupan ini akan
berlangsung lama sekitar 10 – 15 menit. Kadang ada yang sampai 1
jam atau lebih. Kalau dah kesurupan Penari ini akan menari sendiri di
panggung menjadi pusat perhatian. Dia akan meminta segala macam sesaji.
Dari makan bunga, makan beling, minum berbagai minuman (the manis, kopi
pait, air kelapa) kadang ada yang minta softdring. Bagi yang
Kesurupannya lama ndak sembuh2 , ketua rombongan akan membakar menyan,
dan menyiapkan daun dadap yg di taruh dalam air. Ketua rombongan akan
mengusir paksa setan yang merasuki penari tersebut.
Tapi karena perkembangan Dakwah Agama
Islam yang semakin pesat , saat ini Tari ndolalak sudah jarang Tampil.
Karena selain yang berbau kesyirikan juga pakaiannya yang tidak sesuai.
Para penari cantik itu dahulu mengenakan celana pendek yang jauh dari
lutut (baca jauh ke atas).
Saat ini seringnya hanya ditampilkan
dalam acara2 tertentu, dengan tanpa ada yang kesurupan, dan pakaian
lebih sopan. Celana dibawah lutut, pakai kaos kaki panjang. Gambar ini
disaya dapat dari Facebook temen yang menyaksikan karnaval memeriahkan
hari jadi Purworejo. Para penari ini bukan penari Ndolalak asli, tapi
diperankan oleh Siswi SMK 2 Purworejo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar