Selasa, 15 Januari 2013
Gubernur Tak Pantas Hina Seni Kuda Lumping
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo terus mendapat reaksi keras terkait pernyataannya yang menghina pelaku kesenian Jathilan atau Jaran Kepang.
Puluhan anggota Jathilan hari ini mendatangi kantor Gubernur Jateng di Semarang. Mereka bermaksud menemui gubernur untuk meminta penjelasan terkait komentar yang dianggap menyakiti para pelaku jathilan tersebut.
Andang Prasetyo, Koordinator Komunitas Anak Merapi, menyatakan, sudah seharusnya Bibit Waluyo meminta maaf kepada masyarakat Magelang. ”Ada 3.000 grup Jathilan di Magelang, rata-rata satu grup beranggotakan 100 orang, itu banyak sekali orang yang terlibat, kok seenaknya dihina dan dijelek-jelekkan. Kalau memang tak ingin kami menampilkan Jathilan, gadaikan saja ke Malaysia dan keluarkan Magelang dari peta Jawa tengah,” cetus Andang, Rabu (12/9/2012).
Menurutnya, kehidupan sebagian besar anggota grup Jathilan jauh dari sejahtera, namun masih dihina sebagai kesenian terjelek.
“Aksi ini bukan protes, tapi hanya sebuah aksi yang ingin menampilkan kesenian Jathilan di depan orang banyak dan kami akan bertanya, apakah ini merupakan kesenian paling jelek?” sebut Andang.
Komentar itu, kata Andang, tidak layak disampaikan oleh seorang petinggi seperti gubernur. “Kalau jelek, kan bisa diberi tahu di belakang atau bagaimanalah caranya, jangan komentar langsung begitu. Itu sangat mengecewakan kami,” tutup Andang.
Para pelaku seni Jathilan tiba di Semarang sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka kemudian berjalan kaki dari Taman KB menuju kantor gubernur. Sayangnya, saat ini gubernur sedang berada di luar kota. Tidak seorang pun perwakilan dari pemprov menemui mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar